Postingan

Tabarruk

التبرﻙ ﻟﻐﺔ: ﻃﻠﺐ اﻟﺒﺮﻛﺔ، ﻭاﻟﺒﺮﻛﺔ ﻫﻲ: اﻟﻨﻤﺎء ﻭاﻟﺰﻳﺎﺩﺓ، ﻗﺎﻝ اﻟﺮاﻏﺐ اﻷﺻﻔﻬﺎﻧﻲ: اﻟﺒﺮﻛﺔ ﺛﺒﻮﺕ اﻟﺨﻴﺮ اﻹﻟﻬﻲ ﻓﻲ اﻟﺸﻲء.  ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬا ﻓﺎﻟﻤﻌﻨﻰ اﻻﺻﻄﻼﺣﻲ للتبرك ﻫﻮ: ﻃﻠﺐ ﺛﺒﻮﺕ اﻟﺨﻴﺮ اﻹﻟﻬﻲ ﻓﻲ اﻟﺸﻲء. الموسوعة الفقهية Tabarruk secara bahasa bermakna mengharap berkah. Sedangkan berkah bermakna berkembang dan bertambah. Imam Roghib al Asfihan berkata: berkah adalah tetapnya kebaikan ilahi dalam sesuatu. Sehingga makna tabarruk menurut ishtilah adalah mengharap tetapnya kebaikan ilahi yang terdapat pada sesuatu. Dalil anjuran tabarruk. Ada banyak sekali dalil yang menjelaskan kebolehan, bahkan anjuran tabarruk. Kita sebutkan sebagiannya saja. 1. Tabarruk dengan ludah Nabi: ﻗﺎﻝ ﻓﻮاﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺗﻨﺨﻢ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻧﺨﺎﻣﺔ ﺇﻻ ﻭﻗﻌﺖ ﻓﻰ ﻛﻒ ﺭﺟﻞ ﻣﻨﻬﻢ ﻓﺪﻟﻚ ﺑﻬﺎ ﻭﺟﻬﻪ ﻭﺟﻠﺪﻩ (ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻯ  70 ﻭ 2731) Miswar dan Marwan berkata: Demi Allah Setiap Rasulullah berdahak, pasti dahak beliau jatuh ke tangan salah seorang sahabat, lalu ia gosokkan ke wajah dan kulitnya. (HR Bukhari No 70 dan 2731) ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺯﻭﺝ اﻟﻨﺒﻰ...

Kelahiran Dua Cucu Rasulullah

Hasan bin Ali adalah cucu pertama Kanjeng Rasul Saw. dari Sayyidah Fatimah ra. Ia lahir pada tahun ketiga Hijriyah, bulan Sya’ban. Riwayat lain, ia lahir di separuh Bulan Ramadhan.[1] Menurut sebuah riwayat dari Jabir bin Abdullah, Ketika Sayyidah Fatimah melahirkan Al Hasan ia berkata kepada Sayyidina Ali ra., “Berilah nama untuknya!” Dia menjawab, “Saya tidak akan mendahului Rasulullah Saw. dalam memberinya nama. Dia lalu memberi kabar kepada Rasulullah Saw, dan beliau berkata, “Saya tidak akan mendahului Tuhanku Azza wa Jalla dalam memberinya nama.[2]  Al Muttaqiyy al Hindiyy menukil riwayat dari Imam Ali ra, ia mengatakan, “Ketika Hasan dilahirkan saya memberinya nama Ḥarb. Baginda Rasul datang lalu berkata, “Tunjukkanlah anakku kepadaku .. Apakah nama yang kamu sekalian berikan untukya?” Saya menjawab, “Saya memberinya nama Ḥarb!” Beliau berkata, “Dia adalah Hasan.”[3] Abu Ahmad al Askariyy mengatakan bahwa nama ini tidak pernah dikenal pada era Jahiliyyah.[4] Ada riwayat-riwa...

ULAMA YANG MEMBOLEHKAN ZAKAT FITRAH DENGAN UANG

Gambar
Telah diketahui bahwa pendapat mayoritas ulama dari kalangan Malikiyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah mengharuskan zakat dengan makanan pokok negeri, dan tidak membolehkan diganti dengan uang. Dan masyhur dikenal bahwa kalangan Hanafiyahlah sebagai satu-satunya madzhab yang membolehkan. Namun ternyata banyak yang mengira, bahwa madzhab Hanafi menyendiri dalam masalah ini. Padahal pendapat ini pun sebenarnya dipegang oleh ulama lainnya dan bahkan dinisbahkan kepada ulama besar dari kalangan tabi’in dan para shahabat. Ia juga dinukilkan dari para ulama madzhab lainnya seperti Syafi’iyyah dan Malikiyyah. Berikut diantara nama-nama besar ulama yang disebut membolehkan zakat fitrah diganti dengan uang. 1. Riwayat dari sebagian shahabat Abu Ishaq rahimahullah berkata : أدركتهم وهم يعطون في صدقة ‌رمضان ‌الدراهم ‌بقيمة ‌الطعام “Kami mendapati mereka dari para shahabat Nabi menunaikan zakat Ramadhan dalam bentuk dirham sebagai ganti makanan.”[1] من الصحابة رضوان الله عليهم عمر بن الخطاب، وابنه عبد ...