Postingan

Mahiyah (Kuiditas)?

  Untuk memahami perbedaan antara dua pertanyaan itu dengan mudah, seseorang bisa memperhatikan secara seksama pernyataan Ibn Sina dalam al-Isyarat wa al-Tanbihat: “Barangkali Anda memahami makna segitiga, namun Anda ragu apakah segitiga itu disifati oleh eksistensi ataukah tidak.” Perkataannya ini juga menjadi pijakan para filsuf manakala mereka memisahkan dua konsep yang berbeda itu, kuiditas dan eksistensi. Setelah Plato dan sebelum Ibn Sina, al-Farabi juga memisahkan dua konsep itu. Katanya, dalam Fushus al-Hikam, “Sesuatu yang ada di hadapan kita memiliki kuiditas dan huwiyyah.[1] Akan tetapi, kuiditas sesuatu bukanlah eksistensinya; kuiditas juga bukan bagian dari eksistensi. Apabila kuiditas manusia adalah eksistensinya, maka persepsi atas [kuiditas] manusia mestilah diiringi dengan persepsi atas eksistensinya. Sebab itu pula, setiap persepsi atas kuiditas akan sama dengan pengetahuan Anda atas eksistensinya (wujuduhu). Dengan begitu, setiap persepsi sama dengan asersi.”[2] ...

حب النبي : حديث الثقلين (دراسة فقهية حديثية)

  الحمدُ لله ربِّ العالَمِين، والصَّلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمرسَلين، وعلى آله وأصحابه الغُرِّ الميامين، وعلى تابعيهم بإحسانٍ ومَن سار على نهجِهم واقْتفَى آثارَهم  إلى يومِ الدِّين. أمَّا بعدُ: فإنَّ حديثَ الثَّقلَينِ - ((تَركتُ فِيكم الثَّقلين، ما إن تمسَّكتُم بهما، لن تضلُّوا: كِتابَ اللهِ، وعِترتي أهلَ بيتي))- مِن الأحاديثِ التي كثُر فيها القولُ صِحَّةً وضعفًا، وتباينتْ فيه الأفهام، واشتبه على بعضِ الناس معناه؛ فأردتُ بهذه الدِّراسة المختصرة للحديث توضيحَ الصواب فيه، وتنتظم هذه الدراسةُ في ثلاث مسائلَ: المسألة الأولى: ألفاظ الحديث، وتخريجها. المسألة الثانية: معنى الحديث. المسألة الثالثة: الردُّ على الشُّبَه المثارة حوله. المسألة الأولى: ألفاظ الحديث، وتخريجها. جاء حديث الثَّقلين بلفظ: ((... كتاب الله، وعِترتي أهلَ بيتي)) عن جمْعٍ من الصَّحابة؛ منهم: علي بن أبي طالب، وأبو سعيد الخُدري، وجابر بن عبد الله، وجُبَير بن مُطعِم، وحُذيفة بن أَسيد، وزَيد بن أرقمَ، وزيد بن ثابت، وعبد الله بن حَنطب، ونُبَيط بن شُرَيط، (رضي الله عنهم أجمعين)، بألفاظٍ مختلفة - كما سيأتي. وجاء بل...

STANDARISASI UKURAN AIR DUA QULLAH

Gambar
والقلتان بالوزن خمسمائة رطل بغدادي تقريبا وبالمساحة في المربع ذراع وربع طولا وعرضا وعمقا بذراع اليد المعتدلة وفي المدور ذراع من سائر الجوانب بذراع الآدمي وذراعان عمقا بذراع النجار وهو ذراع وربع Ukuran air dua kulah, bila dengan menggunakan satuan berat adalah ±500 rithl Baghdad. Dan bila menggunakan satuan isi (volume), bila dalam bentuk kubus, panjang sisi-sisinya adalah 1¼ dziro' orang normal dan bila dalam bentuk tabung (silinder), panjang diameter lingkarannya adalah 1 dziro' dan tingginya adalah 2 dziro' najjar (tukang kayu). 1 dziro' najjar sama dengan 1¼ dziro'. ••• Dari keterangan satuan ukuran di atas (mirip dengan Sistem Satuan Imperial) perlu kita konversi ke satuan ukuran yang umumnya kita kenal sekarang (Sistem Satuan Metrik yang untuk saat ini telah disempurnakan menjadi SI). Misalnya untuk ukuran panjang, kita mengenal satuan meter (m) dan juga turunannya seperti sentimeter (cm), desimeter (dm), kilometer (km) dll. Dan untuk satuan berat kita mengenal...