Postingan

Tradisi Seks Arab

Gambar
Bagi yang akrab dengan literatur keislaman klasik (baca: kitab kuning) akan dengan mudah menjumpai keterangan tentang kehidupan seksualitas lelaki yang memiliki porsi lebih banyak dibanding perempuan, bahkan seksualitas perempuan nyaris tidak mendapat halaman dalam kitab-kitab yang ditulis puluhan abad silam itu. Dalam literatur hukum Islam (fikih) terdapat pembahasan tentang perempuan pemuas seks lelaki atau biasa disebut dengan “ammat” atau “milku al-yamin”. Asy-Syafi’i dalam karya fikihnya, al-Umm, mengatakan; “Fa laa yahillu al-‘amalu bi adz-dzakari illaa fî az-zaujati au fî milki al-yamin (lelaki tidak boleh memainkan alat kelaminnya kecuali kepada istri atau budak yang dimilikinya)”.[1] Pernyataan demikian berdasarkan pada QS. Al-Mu’minun 5-6: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap ‘isteri-isteri’ mereka atau ‘budak’ yang mereka miliki (maa malakat aimanuhum) .” Melalui ayat ini Asy-Syafi’i juga merumuskan hukum seorang perempuan tidak bole...

Seks dan Agama

Gambar
Seks, sebagaimana Tuhan, adalah sesuatu yang sangat misterius dan unik. Kita tentu patut bertanya-tanya mengapa seks dan seksualitas menempati maqam sangat istimewa di benak manusia sehingga diselubungi, ditutupi, diintip, dikomodifikasi, diharamkan, ditabukan dan bahkan ada yang dikutuk, namun oleh sebagian orang seks juga dianggap sebagai “barang” yang berharga sehingga perlu “dirayakan” dengan sejumlah ritus sebelum aktivitas seks berlangsung. Prosesi perayaan ritual seks itu sudah dilakukan oleh manusia sejak zaman kerajaan tempo dulu di belahan dunia manapun. Fenomena “Jakarta Undercover” yang menampilkan hidangan seks begitu eksklusif, lux, berharga tetapi indah dan menawan dengan latar ritual tertentu khas “orang modern” hanyalah modifikasi atau sekedar melanjutkan tradisi purba itu. Persis seperti orang berpakaian serba mini atau bahkan telanjang bulat sebetulnya bukanlah tradisi atau bagian dari kebudayaan modern melainkan warisan dari kebudayaan purba para le...

Seks Dan Idealisme Sosial

Gambar
Dalam konsep seks, agama (aslinya) menduduki posisi netral. Coba kita pahami kebutuhan dasar manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Seks bukan hal yang menjadi barometer dimana mereka menentukan bagaimana agar tetap survive. Namun, celaka ketika banyak orang berasumsi bahwa tidak bisa hidup tanpa seks. Memang, dalam produksi keturunan yang berkelanjutan, seks di sini menjadi kebutuhan biologis. Tetapi sesungguhnya, kemampuan dalam melawan tantangan hidup dewasa ini bukan persoalan dimana kita mengembangkan produksi keturunan dengan melalui pernikahan. Orang tidak dipaksa untuk menikah, melainkan sebatas anjuran. Atau bahkan tidak menjadi persoalan yang pokok. Sebab banyak yang lebih penting untuk menutup kemungkinan seseorang melakukan sesuatu yang berhubungan layaknya suami istri. Mari melihat barometer pernikahan yang termaktub dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 1. Pernikahan disana bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia. Kiranya ini hal yang cukup...