Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Jangan Bertengkar Seperti Ayam

  SALAM sayangku padamu, cucu-cucuku, saudara-saudaraku, anak-anakku. Mendekatlah kepadaku dan kita akan mengunjungi peternakan ayam! Jika kau melihat pagar berkawat, kau bisa melihat betapa baik ayam-ayam ini dipelihara. Mereka mempunyai segala yang mereka butuhkan, makanan dan air serta tempat nyaman untuk tidur dan bertelur. Mereka memiliki pohon-pohon untuk berteduh, cabang-cabang untuk bertengger dan banyak ruangan untuk berlari dan bermain. Tetapi mereka tidak bisa pergi dan keluar kemana saja yang mereka inginkan. Cucu-cucuku, mengapa peternak itu mengurung mereka? Karena jika ayam-ayam tersebut bebas berkeliaran, maka anjing-anjing, serigala dan pencuri mungkin menangkap dan memangsanya. Peternak itu memasang pagar di sekeliling halaman untuk melindungi ayam-ayam tersebut. Apakah kau mengerti? Sekarang, cucu-cucuku, ada hal-hal tertentu yang bisa kau pelajari dengan melihat ayam-ayam tersebut. Lihatlah dua ayam betina keluar dari kandang dengan ayam jantan. Apakah ka...

Kisah Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW: Sebuah Refleksi Diri

Isra Mi’raj merupakan peristiwa terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah kehidupan manusia, yaitu di mana seorang manusia dipertemukan dengan Penciptanya secara langsung dalam kehidupan dunia ini. Peristiwa tersebut hanya dianugerahkan Allah kepada baginda, Nabi Besar Muhammad saw. Tentunya dalam perjalanan itu banyak sekali pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik. Jika dalam perjalanan keluar kota saja kita dapat memetik banyak pelajaran, bagaimana kiranya dalam perjalanan menjelajah alam semesta yang tujuan utamanya adalah untuk bertemu dengan Allah? Berikut inilah ringkasan kisahnya Pada suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Ka'bah al Musyarrofah, saat itu beliau berbaring diantara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Jakfar bin Abi Thalib, tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawa beliau ke arah sumur zamzam, setibanya di sana kemudian mereka merebahkan tubuh Rasulullah yang kemudian Jib...

Tak Selamanya Disuarakan

Dalam kitab Matsnawi, Maulana Jalaluddin Rumi bercerita: Pada zaman dahulu, ada seorang muadzin bersuara jelek di sebuah negeri kafir. Ia memanggil orang untuk shalat. Banyak orang memberi nasihat kepadanya: “Janganlah kamu memanggil orang untuk shalat. Kita tinggal di negeri yang mayoritas bukan beragama Islam. Bukan tidak mungkin suara kamu akan menyebabkan terjadinya kerusuhan dan pertengkaran antara kita dengan orang-orang kafir.” Tetapi muadzin itu menolak nasihat banyak orang. Ia merasa bahagia dengan melantunkan adzannya yang tidak bagus itu di negeri orang kafir. Ia merasa mendapat kehormatan untuk memanggil shalat di satu negeri di mana orang tak pernah shalat. Sementara orang-orang Islam mengkhawatirkan dampak adzan dia yang kurang baik, seorang kafir datang kepada mereka suatu pagi. Dia membawa jubah, lilin, dan manis-manisan. Orang kafir itu mendatangi jemaah kaum muslimin dengan sikap yang bersahabat. Berulang-ulang dia bertanya, “Katakan kepadaku di mana Sang Muadzin itu?...

Contoh

Contoh yang dilihat oleh anak dari orangtua itu jauh lebih efektif daripada kata-kata. Kalau orangtua ingin anaknya menjadi pembelajar dan pembaca buku, namun dalam keseharian yang dilihat sang anak adalah orangtua yang menghabiskan waktu senggangnya dengan menonton televisi--terlebih tayangan bulu ketek seperti sinetron--maka jangan terlalu banyak berharap bahwa sang anak akan menjadi seperti yang diharapkan oleh orangtua barusan. Begitu juga dengan contoh-contoh buruk, seperti kebohongan resmi (misalnya, sewaktu datang orang yang tidak diinginkan atau tidak disukai, orangtua tak jarang menyuruh pembantu menyampaikan "Bapaknya sedang keluar" atau "Ibu sedang tidur", dan itu disaksikan oleh sang anak...). Bahkan Imam Ali pun berkata bahwa kedengkian itu diwariskan kepada anak. Begitu juga halnya dengan masalah agama dan spiritualitas. Beberapa belas tahun yang lalu, di suatu malam, saya pernah berdiskusi dengan Guru saya sekarang tentang bagaimana menumbuhkan...

Dua Kekuatan Perusak : Nafsu Kuasa Dan Kecintaan Terhadap Harta.

Banyak orang mengatakan bahwa kekuasaan dan harta itu penting di dalam menjalani kehidupan ini.  Dengan kekuasaan maka seseorang akan mendapatkan kehormatan, fasilitas, dan keistimewaan lainnya. Dengan kekuasaan  orang lain akan mengikuti kehendaknya. Dengan kekuasaan orang  lain akan bisa dipaksa untuk melakukan sesuatu, hukum bisa diberlakukan dan bahkan dianggapnya agama bisa dipaksakan kepada seseorang. Dengan begitu kekuasaan  menjadi sangat penting untuk diraih. Demikian pula pentingnya harta. Orang yang memiliki harta melimpah, maka akan mendapatkan apresiasi, penghargaan, dan bahkan apa saja bisa dimiliki, termasuk kekuasaan sekalipun. Orang yang berharta akan bisa menikmati apa saja. Segala keinginannya bisa dipenuhi, bisa bergaul dengan siapapun, dan bahkan dengan hartanya itu orang lain bisa disuruh apa saja.  Akhirnya harta dan kekuasaan, oleh sementara orang  dikejar dan dicintai. Namun sebaliknya, kekuasaan dan harta ternyata juga memil...

Miskin Kemauan, Miskin Ilmu, dan Miskin Harta.

Islam sebenarnya tidak menyukai kemiskinan. Begitu besar  bahaya yang ditimbulkan  oleh kemiskinan  itu, hingga dikatakan dalam hadits Nabi bahwa,   kemiskinan itu mendekatkan seseorang pada kekufuran.  Selain itu,  Ali bin abi Thalib  juga pernah berkata bahwa, umpama kemiskinan itu berupa manusia, maka akan saya bunuh. Maka  artinya bahwa,  Islam memang mengajarkan agar seseorang tidak hidup berkekurangan atau tidak miskin. Sebab, dampak kemiskinan itu sangat berbahaya, hingga mendekatkan seseorang pada kekufuran. Namun pada keyataannya, masih banyak kalangan umat Islam yang miskin, dan bahkan juga negara-negara Islam. Akibatnya,  Islam  terkesan belum berhasil menjadi kekuatan penggerak umatnya untuk maju,  tidak terkecuali di dalam mengembangkan ekonominya. Hal demikian itu, juga  dialami oleh bangsa Indonesia, sebuah  negara yang mayoritas berpenduduk muslim, tetapi tingkat kemiskinannya masih sulit dikur...